Pengenalan Pemograman Komputer

Pengenalan Pemrograman Komputer

·        PENDAHULUAN

Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu Computare yang artinya menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute. Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama.


Komputer memiliki dua komponen utama. Yang pertama adalah hardware (perangkat keras) yang tersusun atas komponen elektronik dan mekanik.

Komponen utama yang lain yaitu software (perangkat lunak). Komponen ini terdiri atas data dan aplikasi – aplikasi komputer.  

Komponen Dasar Komputer

 

  HARDWARE

Central Processing Unit (CPU)

 

Processor, merupakan bagian dari perangkat keras komputer yang melakukan pemprosesan aritmatika dan logika serta pengendalian operasi komputer secara keseluruhan. Prosesor terdiri atas dua bagian utama, yaitu ALU (Arithmetic Logic Unit) dan Control Unit.

Memori

 

Memori adalah media penyimpan data pada komputer. Memori, berdasarkan fungsinya dibagi menjadi dua yaitu :

a.          Primary Memory

Dipergunakan untuk menyimpan data dan instruksi dari program yang sedang dijalankan. Seringkali disebut juga sebagai RAM. Karakteristik dari memori primer adalah :

·       Volatile (informasi ada selama komputer bekerja. Ketika komputer dipadamkan, informasi yang disimpannya juga hilang) 

·        Berkecepatan tinggi 

·       Akses random (acak) 

 
b.      Secondary Memory

Dipergunakan untuk menyimpan data atau program biner secara permanen. Karakteristik dari memori sekunder adalah

 o Non volatile atau persisten 

o Kecepatan relatif rendah (dibandingkan memori primer) 

o Akses random atau sekuensial 

Contoh memori sekunder : floppy, harddisk, CD ROM, magnetic tape, optical disk, dll

Memori Utama (RAM)

Memori Sekunder (ROM)

Kategori

Cepat

Lambat

Kecepatan

Mahal

Murah

Harga

Kecil

Besar

Kapasitas

Ya

Tidak

Volatile

 

Input Dan Output Device

a.          Input Device (Piranti Masukan)

Berfungsi sebagai media komputer untuk menerima masukan dari luar. Beberapa contoh piranti masukan : keyboard,mouse,touch screen,scanner

 

b.        Output Device (Piranti Keluaran)

Berfungsi sebagai media komputer untuk memberikan keluaran. Beberapa contoh piranti keluaran :  monitor,printer,scanner,plotter

 SOFTWARE

 Merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki.

 

       1.   Sistem Operasi, seperti DOS, Unix, Novell, OS/2, Windows.

                 Adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-               masing dapat saling berkomunikasi.

2.   Program Utility, seperti Norton Utility, Scandisk, PC Tools.

                 Program utility berfungsi untuk membantu atau mengisi kekurangan/kelemahan dari sistem operasi.

3.   Program Aplikasi, seperti GL, MYOB, Payroll.

  Merupakan program yang khusus melakukan suatu pekerjaan tertentu.

4.   Program Paket

Merupakan program yang dikembangkan untuk kebutuhan umum, seperti : 

·       Pengolah kata /editor naskah : Wordstar, MS Word, Word Perfect, AmiPro

·       Pengolah angka / lembar kerja : Lotus123, MS Excell, QuattroPro, dll 

·       Presentasi : MS PowerPoint

·       Desain grafis : CorelDraw, PhotoShop 

      5.   Compiler.

    Komputer hanya memahami satu bahasa, yaitu bahasa mesin. Bahasa mesin adalah terdiri dari nilai 0 dan 1. Sangatlah tidak praktis dan efisien bagi manusia untuk membuat program yang terdiri dari nilai 0 dan 1, maka dicarilah suatu cara untuk menterjemahkan sebuah bahasa yang dipahami oleh manusia menjadi bahasa mesin. Dengan tujuan inilah, diciptakan compiler

 

Bahasa Pemrograman

 

Bahasa pemrograman adalah teknik komunikasi standar untuk mengekspresikan instruksi kepada komputer. Layaknya bahasa manusia, setiap bahasa memiliki tata tulis dan aturan tertentu.

Bahasa pemrograman dapat diklasifikasikan menjadi tingkat rendah, menengah, dan tingkat tinggi. Pergeseran tingkat dari rendah menuju tinggi menunjukkan kedekatan terhadap ”bahasa manusia”.

 

Kategori Bahasa Pemrograman

 

1.   Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi

 

Merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai ciri-ciri mudah dimengerti karena kedekatannya terhadap bahasa sehari – hari. Sebuah pernyataan program diterjemahkan kepada sebuah atau beberapa mesin dengan menggunakan compiler.

Sebagai contoh adalah : JAVA, C++, .NET

 

 

2.  Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah

 

Bahasa pemrograman generasi pertama. Bahasa jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin.Setiap intruksi assembly diterjemahkan dengan menggunakan assembler.

 

3.  Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah

 

Dimana penggunaan instruksi telah mendekati bahasa sehari – hari, walaupun masih cukup sulit untuk dimengerti karena menggunakan singkatan – singkatan seperti STO yang berarti simpan (STORE) dan MOV yang artinya pindah (MOVE).  Yang tergolong dalam bahasa ini adalah Fortran.

 

Alur Pembuatan Program

Berikut ini langkah – langkah sistematis dasar dalam menyelesaikan permasalahan pemrograman :

 1. Mendefinisikan masalah

 2. Menganalisa dan membuat rumusan pemecahan masalah

 3. Desain Algoritma dan Representasi

 4. Pengkodean, Uji Coba dan pembuatan dokumentasi

Definisi Permasalahan

 Sebuah pendefinisan yang jelas adalah sebagian dari penyelesaian masalah. Pemrograman komputer mempersyaratkan untuk mendefiniskan program terlebih dahulu sebelum membuat suatu penyelesaian masalah

Analisa Permasalahan

 Setelah sebuah permasalahan terdefinisi secara memadai, langkah paling ringkas dan efisien dalam penyelesaian harus dirumuskan. Umumnya, langkah berikutnya meliputi memecahkan masalah tersebut menjadi beberapa bagian kecil dan ringkas

   Desain Algoritma dan Representasi

Setelah kita mengetahui dengan baik dan jelas mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan, langkah selanjutnya yaitu membuat rumusan algoritma untuk menyelesaikan permasalahan. Dalam pemrograman komputer penyelesaian masalah didefinisikan dalam langkah demi langkah. Algoritma adalah urutan langkah – langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis

  Mengekspresikan cara penyelesaian melalui bahasa manusia

 1. Tentukan daftar nama

 2. Tentukan nama yang akan dicari, anggaplah ini merupakan sebuah kata kunci

 3. Bandingkan kata kunci terhadap setiap nama yang terdapat pada daftar

 4. Jika kata kunci tersebut sama dengan nama yang terdapat pada daftar, tambahkan nilai 1   pada hasil perhitungan

 5. Jika seluruh nama telah dibandingkan, tampilkan hasil perhitungan (output)

 

Mengekspresikan cara penyelesaian melalui FlowChart :

 


Mengekspresikan solusi melalui Pseudocode :



Simbol Flowchart dan Artinya :

Flowchart adalah representasi grafis dari langkah – langkah yang harus diikuti dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terdiri atas sekumpulan simbol, dimana masing – masing simbol merepresentasikan kegiatan tertentu. Flowchart diawali dengan penerimaan input dan diakhiri dengan penampilan output.

 



Pengkodean, Uji Coba dan Pembuatan Dokumentasi

 Setelah membentuk algoritma, maka proses penulisan program dapat dimulai. Menggunakan algoritma sebagai pedoman, maka kode program dapat ditulis sesuai bahasa pemrograman yang dipilih.

 Bilamana terjadi kesalahan – kesalahan logika atas program, disebut juga sebagai bugs, maka kita perlu untuk mengkaji ulang rumusan/algoritma yang telah dibuat, kemudian memperbaiki implementasi kode program yang mungkin keliru. Proses ini disebut dengan debugging.  Terdapat dua tipe kesalahan (errors) yang akan dihadapi seorang programmer. Yang pertama adalah compile-time error, dan yang kedua adalah runtime error.

 Compile-time errors muncul jika terdapat kesalahan penulisan kode program. Compiler akan mendeteksi kesalahan yang terjadi sehingga kode tersebut tidak akan bisa dikompilasi.

 Runtime errors muncul jika tidak dapat mengidentifikasi seluruh kemungkinan kesalahan pada waktu kompilasi. Umumnya kesalahan yang terjadi adalah kesalahan logika seperti perulangan tanpa akhir.

Numerik dan Konversi Sistem

Bilangan dapat disajikan dalam beberapa cara. Cara penyajiannya tergantung pada Basis (BASE) bilangan tersebut. Terdapat 4 cara utama dalam penyajian bilangan.

Sistem Bilangan Desimal

Manusia umumnya menggunakan bilangan pada bentuk desimal. Bilangan desimal adalah sistem bilangan yang berbasis 10. Hal ini berarti bilangan – bilangan pada sistem ini terdiri dari 0 sampai dengan 9.

Sistem Bilangan Biner

Bilangan dalam bentuk biner adalah bilangan berbasis 2. Ini menyatakan bahwa bilangan yang terdapat dalam sistem ini hanya 0 dan 1.

 

Sistem Bilangan Oktal

 Bilangan dalam bentuk oktal adalah sistem bilangan yang berbasis 8. Hal ini berarti bilangan–bilangan yang diperbolehkan hanya berkisar antara 0 – 7.

Sistem Bilangan Heksadesimal

 Bilangan dalam sistem heksadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16. Sistem ini hanya memperbolehkan penggunaan bilangan dalam skala 0 – 9, dan menggunaan huruf A – F, atau a – f karena perbedaan kapital huruf tidak memiliki efek apapun.

Konversi

Desimal ke Biner / Biner ke Desimal

 Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya. Ambil hasil bagi dari proses pembagian sebelumnya, dan bagi kembali bilangan tersebut dengan angka 2. Ulangi langkahlangkah tersebut hingga hasil bagi akhir bernilai 0 atau 1. Kemudian susun nilai–nilai sisa dimulai dari nilai sisa terakhir sehingga diperoleh bentuk biner dari angka bilangan tersebut.



Desimal ke Oktal/Heksadesimal dan Oktal/Heksadesimal ke Desimal

Pengubahan bilangan desimal ke bilangan oktal atau bilangan heksadesimal pada dasarnya sama dengan konversi bilangan desimal ke biner. Perbedaannya terletak pada bilangan pembagi. Jika pada konversi biner pembaginya adalah angka 2, maka pada konversi oktal pembaginya adalah angka 8, sedangkan pada konversi heksadesimal pembaginya adalah 16

Biner ke Oktal dan Oktal ke Biner

 Untuk mengubah bilangan biner ke oktal, kita pilah bilangan tersebut menjadi 3 bit bilangan biner dari kanan ke kiri.

Biner ke Heksadesimal dan Heksadesimal ke Biner

Pengubahan bilangan Biner ke Heksadesimal dilakukan dengan pengelompokan setiap empat bit. Biner dimulai dari bit paling kanan Kemudian konversikan setiap kelompok menjadi satu digit Heksadesimal



0 komentar:

Posting Komentar